Home Top Ad

Siap membantu para takmir

lembaga dakwah FIAD sangat menyentuh lapisan masyarakat

Share:
ketua lembaga dakwah FIAD dapat sertifikat dari Radar Surabaya AWARDS 25 ( foto dok )



Lembaga Dakwah FIAD
Imam Ghozali: Dakwah yang Menyentuh Semua Lapisan

Sosok Imam Ghozali (60) mungkin belum banyak dikenal di luar, tetapi kontribusinya dalam memimpin Lembaga Dakwah FIAD menjadikannya salah satu tokoh yang patut diperhitungkan dalam dunia dakwah.

Imam, begitu ia akrab disapa, saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah FIAD sejak tahun 2017. Di tengah kesibukan sebagai pengajar di berbagai Universitas di UPN Veteran Surabaya di ITATS dan juga sebagai ketua Takmir Masjid Baiturrahman tempurejo dan Masjid At-Taqwa Simokerto, Imam tetap konsisten menggerakkan roda organisasi dakwah dengan semangat yang tinggi dan visi yang jelas.

Lembaga Dakwah FIAD atau biasa disebut dengan Korps Mubaligh Alumni Ushuludin (Fakultas Ilmu Agama Dakwah) Universitas Muhammadiyah Surabaya merupakan suatu wadah gerakan dakwah Islam dan berfokus pada pengembangan spiritual, pembinaan keislaman, serta penguatan nilai-nilai dakwah di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. 

Ketertarikan Imam pada dunia dakwah dimulai sejak masa sekolah menengah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan keislaman seperti kajian remaja masjid. Ketika masuk ke Lembaga Dakwah FIAD, ia melihat peluang besar untuk melanjutkan perjuangan dakwah di level yang lebih luas dan terstruktur.

“Saya percaya bahwa dakwah di kampus adalah pondasi penting dalam membentuk generasi intelektual yang beriman dan berakhlak,” ungkap Imam saat ditemui di sela-sela kegiatan rutin Lembaga Dakwah.

Di bawah kepemimpinannya, Lembaga Dakwah FIAD mengalami banyak perkembangan. Imam memprioritaskan program-program pembinaan seperti forum kajian Islam, ceramah, khutbah jumat serta pelatihan dai muda. Ia juga aktif menjalin kolaborasi dengan lembaga internal dan eksternal kampus untuk memperluas jangkauan dakwah.

"Tak hanya bergerak di dalam kampus, Lembaga Dakwah FIAD juga aktif di masyarakat. Melalui program seperti Safari Dakwah Ramadan, Baksos Dakwah, dan Ngaji On The Road, Lembaga Dakwah FIAD menjelma menjadi motor penggerak dakwah yang menyentuh semua lapisan", kata Imam  yang juga sebagai ketua takmir masjid  Baiturrahman, Tempurejo  Surabaya

Bagi Imam, dakwah bukan sekadar ceramah di mimbar, melainkan proses panjang pembinaan dan pengkaderan. Ia berkomitmen mencetak kader-kader dai muda yang memiliki kemampuan intelektual, spiritual, sekaligus sosial.

“Kita tidak hanya butuh dai yang pandai berbicara, tapi juga dai yang mampu menjadi teladan, memahami kebutuhan zaman, dan bisa berdialog dengan semua kalangan,” tegasnya.

Di tengah tantangan era digital dan globalisasi, Imam menyerukan kepada mahasiswa untuk tidak abai terhadap peran spiritual dalam kehidupan. Menurutnya, menjadi intelektual muslim yang utuh haruslah selaras antara logika, hati, dan iman.

“Dakwah bukan hanya tugas ustaz atau kyai, tapi tugas kita semua. Mulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga akhlak, berbagi ilmu, hingga mengajak dalam kebaikan di lingkungan terdekat,” pungkas Imam.Dosen upn veteran Jatim Surabaya (imam)
dakwah yg menyentuh masyarakat (foto dok)

Tidak ada komentar