Home Top Ad

Siap membantu para takmir

Penghambaan Kepada Allah | Berita Berkemajuan

Share:

 

Mustaien. (Dok LD-FIAD) 


Penghambaan Kepada Allah SWT

Oleh: Mustaien, S.Pd, S.Ud


LD-FIAD.CO-Penghambaan Kepada Allah SWT merupakan keniscayaan karena Dialah yang menciptakan manusia agar supaya menghamba kepadaNya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

wa maa kholaqtul-jinna wal-ingsa illaa liya'buduun

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Dan ternyata manusia saat masih berada di alam arwah juga telah bersyahadat kepada Allah SWT, sebagaimana telah disebutkan dalam firmanNya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى  ۛ  شَهِدْنَا  ۛ  اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ 

wa iz akhoza robbuka mim baniii aadama ming zhuhuurihim zurriyyatahum wa asy-hadahum 'alaaa angfusihim, a lastu birobbikum, qooluu balaa syahidnaa, ang taquuluu yaumal-qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghoofiliin

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 172)

Tanda penghambaan kepada Allah SWT paling tidak ada 2 (dua), yaitu

1. Termotivasinya lisan untuk senantiasa menyatakan sami'na wa atha'na, kami dengar dan kami patuhi syari'at aturan dinul Islam.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مِنَ الَّذِيْنَ هَا دُوْا يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ عَنْ مَّوَا ضِعِهٖ وَ يَقُوْلُوْنَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَا سْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَّرَا عِنَا لَـيًّا بِۢاَ لْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِيْ الدِّيْنِ ۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ قَا لُوْا سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا وَا سْمَعْ وَا نْظُرْنَا لَـكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَ قْوَمَ ۙ وَ لٰـكِنْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا

minallaziina haaduu yuharrifuunal-kalima 'am mawaadhi'ihii wa yaquuluuna sami'naa wa 'ashoinaa wasma' ghoiro musma'iw wa roo'inaa layyam bi-alsinatihim wa tho'nang fid-diin, walau annahum qooluu sami'naa wa atho'naa wasma' wangzhurnaa lakaana khoirol lahum wa aqwama wa laakil la'anahumullohu bikufrihim fa laa yu-minuuna illaa qoliilaa

"(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, "Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya." Dan (mereka mengatakan pula), "Dengarlah," sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. Dan (mereka mengatakan), "Ra‘ina," dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentulah  itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 46)

2. Serta membuktikan iman keyakinan dengan amal perbuatan yang baik, berpegang pada kebenaran dan sabar serta tidak ingin menjadi orang-orang yang merugi.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لْعَصْرِ 

wal-'ashr

"Demi masa."

(QS. Al-'Asr 103: Ayat 1)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ 

innal-ingsaana lafii khusr

"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"

(QS. Al-'Asr 103: Ayat 2)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ

illallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-'Asr 103: Ayat 3)


Kemudian bagaimana sikap manusia di dalam menghamba kepada Allah SWT ?

Ada beberapa golongan manusia di dalam menghamba kepada Allah SWT:

1. Ada golongan manusia yang tidak pernah mau menghamba kepada Allah SWT karena mereka tidak meyakini adanya Allah SWT bahkan mereka sama saja sebelum dan sesudah mendapatkan peringatan tentang kebenaran dimana mereka tidak percaya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

innallaziina kafaruu sawaaa-un 'alaihim a angzartahum am lam tungzir-hum laa yu-minuun

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 6)

2. Ada golongan manusia yang berpura-pura menghamba kepada Allah SWT, yang sebenarnya mereka tidak menghamba kecuali hanya bermaksud mengelabuhi Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِا للّٰهِ وَبِا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ 

wa minan-naasi may yaquulu aamannaa billaahi wa bil-yaumil-aakhiri wa maa hum bimu-miniin

"Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir," padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 8)

3. Ada golongan manusia yang terus menerus berusaha dengan penuh kesungguhan mencari jalan yang benar agar bisa menghamba hanya kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَا بْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)

4. Ada golongan manusia yang dalam menghamba kepada Allah SWT sebagai kebutuhan tidak hanya sebagai kewajiban semata , mereka adalah orang-orang yang benar-benar beruntung bahagia sukses.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ 

qod aflahal-mu-minuun

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman." (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 1)


Sebagai hamba yang beriman dan bertakwa tentu akan senantiasa berupaya menghamba kepada sepanjang hayatnya dengan selalu berdzikir ingat kepada Allah SWT,  ingat perintahNya dikerjakan, larangannya dijauhi, dan akan senantiasa menepati janji kepadaNya (Bermu'ahadah), 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِ اللّٰهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْاَ يْمَا نَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّٰهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ

wa aufuu bi'ahdillaahi izaa 'aahattum wa laa tangqudhul-aimaana ba'da taukiidihaa wa qod ja'altumulloha 'alaikum kafiilaa, innalloha ya'lamu maa taf'aluun

"Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya, Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." (QS. An-Nahl 16: Ayat 91)

2. Meyakini bahwa Allah SWT maha mengetahui (muroqabah).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمُ الْاٰ يٰتِ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

wa yubayyinullohu lakumul-aayaat, wallohu 'aliimun hakiim

"dan  Allah menjelaskan ayat-ayat-(Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. An-Nur 24: Ayat 18)

3. Melakukan evaluasi instrospeksi diri (muhasabah).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha waltangzhur nafsum maa qoddamat lighod, wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

4. Berani memberikan sanksi atas kesalahan-kesalahan diri dengan istighfar, taubat dan sedekah (mu'aqabah).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَ يْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ  ۛ  وَاَ حْسِنُوْا  ۛ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

wa angfiquu fii sabiilillaahi wa laa tulquu bi-aidiikum ilat-tahlukati wa ahsinuu, innalloha yuhibbul-muhsiniin

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 195)

5. Serta bersungguh-sungguh di jalan Allah SWT (mujahadah).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

wallaziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa, wa innalloha lama'al-muhsiniin

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)

Marilah kita berlomba untuk bisa mennghamba kepada Allah SWT sepanjang hayat. Wallahu a'lam (*)

(*) Editor: Habibullah Al Irsyad 

Tidak ada komentar